Menanti Seikat Mentari

Dalam garis tipis siluet bumi
Ceritakanlah hangat sinar mentari
Dalam rangkul manisnya pagi
Hadirnya sungguh memberi arti
.
Sinarnya yang lembut terangi dunia
Hadir membawa seikat bahagia
Sebagai pembuka kisah pagi
Sinar datang sadarkan  mimpi
.
Dalam larut secangkir kopi
Melekat rindu kuasai hati
Berharap esok mentari tetap kembali
Agar mimpi terus berlari dalam diary
.
Cahayamu merah tapi menyejukan
Bagai tatapan seorang putri
Melaju pergi menuju peraduan
Kian Berlalu meninggalkan sepi.
.
Lalu kini ditinggalkannya gerah
Diredamnya seluruh amarah
Mengetuk senja yang merambah
Dipenghujung cakrawala aku terpanah
.
Apalah daya sang luna
Jikalau awan mendung menerpa
Sinar terang terkikis perlahan
Oleh egoisnya keinginan hujan


.
Ibu Pertiwi, 8 Desember 2020

*Puisi ini adalah hasil kolaborasi Kelompok C sebagai Tugas puisi Sastra Paradigma Imaji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s