Malu lihat tulisannya sendiri sampai takut dibaca sama orang lain

Menulis sudah paling umum sekali di kehidupan sehari-hari kita meskipun hanya sebatas menulis chat atau status di sosmed aja itu sama aja kita sedang menulis. Mencatat materi pelajaran juga sama aja menulis, mencatat catatan singkat di notes pun juga sama aja dengan yang namanya menulis.

Banyak yang beranggapan bahwa menulis itu susah dan juga bingung mau nulis dari mana dulu, dan alasan gak bisa menulis karena dirinya tidak pintar dan itu sangat susah padahal sendiri aja belum mencoba menulis atau sendirnya aja pun suka menulis status di sosmed atau nulis chat ke orang-orang terdekatnya, apakah masih mengeluh kalau menulis itu susah ?

Kata-kata itu sudah aku bahas di tulisan sebelumnya, sebenarnya aku udah mulai bosen dengan kata-kata itu. Tapi kali ini aku gak bahas tentang alasan-alasan menulis atau menulis itu susah bla bla bla. Itu udah pernah bahas sih dari sebelumnya bahkan sampai dulu, di sini aku mau cerita nih tentang rasanya melihat tulisan diri sendiri dan enak dan gak enaknya ketika tulisannya di baca sama orang lain.

Umumnya bagi para penulis pemula saat pertama kali menulis rasanya tuh kayak merasa tidak enak dan merasa malu melihat hasil tulisannya sendiri, bahkan sampai gak enak melihat tulisannya yang masih kaku atau masih berantakan. Dulu aku berada di posisi itu, dan sekarang kadang masih insecure atau malu liat tulisanku sendiri. Kalau baca tulisannya aja rasanya tuh antara bikin ngakak dan malu kalau liat hasil tulisan aku sendiri. Ternyata masih ada beberapa kalimat di tulisan aku masih rada ngaco dan typo gitu, dan sampai sekarang kadang perasaan aku juga agak sedikit gak enak ketika tulisan aku dibaca oleh orang lain seperti blog aku.

Menurut aku masalah ini sudah wajar banget dan namanya juga belajar atau baru mulai menulis, gak papa sih kalau misalnya malu atau ingin ketawa melihat tulisannya yang gaje tapi lama-lama semakin ke sini akhirnya sudah menjadi terbiasa sering menulis dan melihat tulisannya sendiri karena keseringan latihan menulis sehingga semakin sering menulis yang awalnya tulisannya tadinya jelek dan masih berantakan berubah menjadi tulisannya bagus dengan kalimat kata-kata yang indah. Bahkan sudah gak takut lagi deh kalau tulisannya di baca oleh orang lain karena mereka bilang kalau tulisannya itu tuh bagus dan banyak yang di suka oleh para pembacanya.

Dan aku sendiri sekarang malah pingin tulisannya di baca banyak oleh para pembaca termasuk pengunjung yang mampir ke blog aku. Karena aku menyadari bahwa tulisan yang masih kaku atau masih beberapa ada typo pun masih bisa dibaca oleh mereka, Meskipun banyak yang dibaca oleh mereka, tetapi kadang aku merasa agak sedikit tidak enak dengan tulisanku dan masih ngakak juga melihat tulisan aku sendiri seperti waktu aku baca cerita karyaku di buku antologinya.

Kalau kamu apakah masih malu liat tulisannya sendiri? bagaimana reaksimu ketika tulisanmu dibaca oleh orang lain?

2 tanggapan untuk “Malu lihat tulisannya sendiri sampai takut dibaca sama orang lain

  1. Haha bukan lagi ya kalo baca tulisan lama itu kadang senyum getir aja, “koq dulu gini amat ya gaya nulisku”. Ah, tapi ya namanya proses belajar kan nggak mungkin bisa langsung sempurna. Justeru ada manis-masninya gitu kan lihat proses perubahan dan letak bedanya. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s