Menjadi Penulis Profesional

Sejak masa pandemi ini, menulis sudah hal paling terbiasa sekaligus menjadi tren selama di rumah aja. Menulis adalah sebuah self-healing sebagai pelepas stress serta mencegah kegabutan di rumah, banyak sekali macam-macam menulis yang kamu bisa lakukan selama di rumah aja. Seperti ngeblog, nulis jurnal, atau nulis novel buku. Menulis pun ternyata bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan yang mencukupi dan menulis juga sebagai pekerjaan pribadi mu agar kamu bisa produktif di masa pandemi.

Kalau ditanya cita-cita kamu, kebanyakan kamu ingin bercita-cita ingin menjadi dokter, pilot, guru, dsb. Tapi jaman sekarang ini anak-anak maupun remaja banyak yang ingin bercita-cita menjadi youtuber, selebgram, atau artis. Kamu yang suka menulis pun juga punya donk cita-cita atau passion yang kamu impikan, misalnya ingin menjadi blogger, jurnalis, atau penulis buku misalnya. Dulu saat masih kecil, aku juga pernah ingin menjadi jurnalis atau guru. Ternyata aku malah lebih suka menulis di blog dan berpikir bahwa suatu saat aku bakal jadi blogger deh. Gak cuman jadi blogger aja kok, aku juga pernah bermimpi ingin menjadi penulis novel agar bisa punya karya buku sendiri dan disukai orang sebab akhir-akhir ini aku emang suka menulis cerita kayak cerpen atau short story. Terus pernah mencoba menulis novel meskipun dapat ide ceritanya masih minim.

Alhasil, aku gagal terus menulis novelnya karena keterbatasan ide dan juga writer blocks. Menulis buku itu susah dan harus rela marathon agar cepet kelar nulis novelnya. Belum lagi tiba-tiba muncul ide lain untuk menulis blog dan cerpen lain sehingga naskah tulisan novel di word nya masih setengah alias belum jadi. Yaa emang sih kalau menulis buku susah-susah gampang, susah nya itu persediaan ide di otak aku gak sanggup mengisi idenya meskipun aku udah berusaha untuk belajar menulis, belum lagi faktor kegiatan lain kayak sibuk gitu seperti ngerjain tugas dari komunitas ISB sama ngerjain hal yang lain kayak ikutan ODOP challenge.

Kadang agak susah sih nentuin manajamen waktu untuk menulis novel dan ngeblog.

Kemarin hari Rabu, 24 September yang lalu. Aku ikutan webinar tentang “Tips Lepaskan Bosan selama di pandemi lewat tulisan” bersama Babe #BekajarKonetnEp3. Melihat seminar ini, aku jadi antusias untuk mengikuti webinar yang diadakan oleh Babe.

Acara ini diselenggarakan di Zoom dan juga secara live youtube. Weibinar ini di pandu oleh moderator dari Babe dan pembicaraan narasumber nya adalah si kak Irwan Bajang dan kak J.S. Khairen. Temanya itu tentang kepenulisan serta tips-tipis produktif menulis selama di pandemi.

Penjelasan materi dari webinar Babe, aku jelasin materi yang aku catat dari pembiacara Kak Irwan Bujang dulu nih. Sebelum penjelasan dimulai, kamu kenalin dulu nih sama si kak Irwan Bujang.

Irwan Bujang

Kali ini, dia bakal jelasin tentang kepenulisan yang disampaikan oleh webinar. Ada penjelasannya nih yang sudah aku catat sekaligus bakal aku jelasin sedikit yang sudah disampaikan dari Kak Irwan Bujang.

Menulis sebagai profesi atau hobi?

Hobi menulsi itu menyenangkan banget sekaligus bisa mendapat penghasilan. Ini juga bisa nih menulis sebagai pekerjaan alternatif selama di rumah aja, atau kamu ingin sekali menjadi penulis profesional asala dengan yang sungguh-sungguh, menentukan waktu & tenaga supaya seimbang, mendapatkan pekerjaan & uang, serta bekerja seperti profesi lain. Kalau kalian kamu suka menulis sebagai hobi atau ingin mendapat penghasilan ?

Siapa yang mau jadi penulis ?

Semua pun bisa jadi penulis, baik panjang maupun pendek. Yang membedakan jenis tulisan mereka dan tujuan mereka menulis, maksud dari penejelasan Kak Irwan Bujang ini menurut aku kamu bisa menjadi penulis baik panjang maupun pendek.

Menurut Kak Irwan, dunia media sudah berkembang pesat seiring pekermbangan teknologi digital di era 4.0. Penulis tidak harus menulis buku atau tulisan panjang. Seseorang yang memakai media sosial pun adalah penulis, ia bisa menuliskan gagasan disana. Bisa inspirasi, bisa juga menjadi terkenal & dibayar untuk itu. Beberapa waktu lalu belum ada istilah Facebooker, Selebtwit atau Selebgram. Dan juga belum ada Blogger dan Journalist /Citizen.

Dulu tuh kalau menulis bisanya pake buku tulis biasa atau cuman nulis diary di buku bergembok, terus juga pernah ada yang nulis-nulis status alay di BBM atau di Facebook. Disitu Blogger belum ngehits tidak seperti sekarang, semua yang berbau menulis pun masih pake manual di buku tulis atau gak di mesin ketik.

Kamu bisa menulis dimana saja asalkan jika mau berniat menjadi yang profesional dan rajin menulis, kuncinya itu adalah pengalaman penulis, tulisan, dan pengalaman membaca. Dijamin kamu bisa puas dengan hasil tulisan kamu dan semakin mahir dalam ahli menulismu.

Ther is nothing it down at a Typewriter do isit down at a Typewriter

Ernest Hemingway

Namun, banyak sekali kendala-kendala disaat sedang menulis. Banyak sekali banyak yang niat ingin menjadi penulis profesional tetapi gak pernah memulai menulis sama sekali atau jarang menulis. Penyebab kendala saat ingin menjadi penulis profesional diantaranya :

  • Salah kaprah tentang aktivitas menulis : Kadang aktivitas menulis itu sih cuman kayak hobi aja dan gak ada berfaedahnya, itulah pendapat dari orang-orang yang kadang salah mengira tentang aktivitas menulis. Menulis pun sebenarnya banyak bermanfaat juga dan bisa mendapat uang jika kamu semangat bekerja sebagai penulis seperti menulis artikel di web konten menulis atau juga freelancer.
  • Tidak serius : Penyakit ini paling banyak dialami oleh para penulis pemula. Banyak orang-orang yang ingin jadi penulis tetapi gak niat menulis. Kadang suka mengabaikan waktu untuk menulis dan cuman hanya ngaku-ngaku penulis padahal gak pernah menulis sama sekali, ini sih penulis kaleng-kaaleng ini mah.
  • Tidak mau membaca atau menulis : Menulis dan membaca ibarat seperti sepasang sahabat atau saudara yang tak pernah dipisahkan. Kamu harus juga rajin membaca buku agar bisa mendapat ide untuk menulis, mana ada orang ingin menulis kalau gak suka baca. Begitu juga kamu haru rajin menulis secara rutin supaya semakin tajam menulis nya.
  • Banyak alasan tidak punya waktu dan alat menulis : kamu bisa kok menulis disaat waktu luang yang kosong dan gak ngapa-ngapain, kamu bisa menulis dengan hanya bermodalkan laptop atau buku tulis dan pena.
  • Malas : Sering sekali kamu pernah merasa malas kalau mau menulis. Belum lagi mod yang kadang suka berubah yang menjadi kendala saat menulis ini.
  • Sudah jadi anak sultan : Jangan bangga dulu nih kalau udah jadi penulis profesional, kegiatan menulis juga tetap harus donk dilakukan setiap hari. Kalau kamu merasa jadi profesional dan enggan mau menulis lagi, ntar skill menulis mu semakin turun saking udah nggak mau menulis lagi.

cara mengatur waktu menulis

Kamu bisa lakukan ini supaya target dan waktu menulismu menjadi produktif dan semakin profesional, yaitu :

  • Jadwalkan yang ketat lebih baik sedikit tapi rutin punya : asal jangan terlalu ketat sertamengabaikan aktivitas lain seperti waktu makan atau beristirahat. Otak juga butuh beristirahat begitu juga dengan kamu.
  • Alasan & kerangka panjang
  • buatlah target
  • Miliki tantangan
  • Disipinlin dan jangan menunda

Tips menulis singkat

Bagi kamu suka nulis yang singkat seperti nulis status atau konten di medsos, ada tips nih dari Kak Irwan supaya tulisannya menjadi bagus.

  • Selalu memakai kalimat aktif dan hindari kalimat pasif
  • Pakai kalimat yang singkat & jangan berpanjang-panjang
  • Perbanyak induk kalimat & kurangi anak kalimat
  • Tulisan yang baik adalah tulisan yang tajam
  • Amati dan pahami platform menulis yang kamu pakai
  • Mulailah segera sebelum di tulis orang lain atau tema itu segera habis

Habis penjelasan dari Kak Irwan, berlanjut deh ke materi selanjutnya dari Kak J.S. Khairen.

J.S. Khairen

Disitu Kak Khairen akan jelasin tentang menulis juga sekaligus dicampur dengan pengalamannya juga serta membahas tentang penerbitan dan personal branding. Dia itu penulis novel dan hobi juga mengoleksi mesin tik yang ia punya, materiya gak terlalu banyak soalnya di kebanyakan berbicara sekaligus menceritakan pengalamannya saat jadi penulis. Namun sayangnya, aku gak kedengaran suara kak J.S. Khairen yang ia omomgin karena suara audio di laptop aku agak kecil.

Disitu Kak J.S. Kahiren hanya menjelaskan sedikit tentang pernebitan cetak vs digital. Kedua ini juga memiliki kelebihan & kekurangannya.

CETAK :

Kelebihan : Pembaca tetap menikmati bentuk fisik , karya dapat disentuh & dicium aroma khas bukunya.

Kekurangan : Distribusi terbatas, hanya terdapat di kota besar, biaya produksi lebih besar.

DIGITAL :

Kelebihan : Akes distribusi ke pembaca jauh lebih besar, biaya produksi 0, royaliti lebih besa, mata sakit dan font nya kecil.

Selain tentang penerbitan. Masih ada penjelasan-penjelasan dari Kak J.S Kahiren seperti branding karakter menulis ke pembaca dan juga langkah menulis hingga terbit.

Itulah dari pembahasan-pembahasan materi dari webinar kemarin sore, terima kasih banyak Babe dan Kak Irwan dan Kak J.S. Khairen atas ilmunya yang bermanfaat. Semoga tetap semakin produktif menulis nya dan bermanfaat bagi yang ingin terjun ke dunia kepenulisan. Stay at home ya dan tetap produktif selama di rumah aja.

Source :

  • Webinar Babe
  • Pengalaman dan pemikiran aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s