Ketika buku bajakan sebuah Zonk di balik cover yang indah

Itu terjadi ketika Bulan Agustus yang lalu, sudah lama sekali aku ingin pergi ke toko buku untuk membeli buku seperti novel. Jarang sekali loh aku pergi kesana untuk beli buku baru. Novel aku gak terlalu banyak di rumah dan semua novel yang aku punya itu udah sudah kulahap habis semua bacanya. Sejak lagi pandemi gini, jarang sekali sih aku keluar rumah (tetapi kadang-kadang juga pernah keluar rumah kalau ada sesuatu hal yang penting untuk keluar rumah) sedangkan untuk mau belanja saja harus lewat online, dan disinilah pertama kalinya aku beli novel di online shop. Waktu itu lagi nyari-nyari novel di online shop, novel-novelnya kagak ada yang bagus dan gak sesuai dengan genre favoritku saat sedang mencari novel di online shop. Kebanyakan novel-novel yang di jual disitu murah banget dan cover nya juga bagus, tapi yah kebanyakan novel yang jual disitu novel lokal sih, udah gitu genre nya romance dan jadinya yaa aku gak suka sih baca-baca novel genre romance gitu.

Singkat cerita, waktu itu mataku terpana melihat sebuah Novel Harry Potter And The Cursed Child di Olshop. Well, aku suka banget sih baca novel-novel genre mystery-horror apalagi genre fantasy kayak gini, disitu harganya lumayan murah sekitar 24 ribu gitu. Disitu aku suka cari yang murah-murah biar uangnya hemat hingga akhirnya ketemu juga deh novel murah Harry Potter seharga 24 ribu. Tanpa berpikir panjang, yaudah aku beli tuh buku lewat bayar langsung alias COD saat paketnya sudah sampai. Beberapa hari kemudian, akhirnya paketnya datang di depan rumahku dan aku bergegas untuk pergi ke depan rumah. Setelah bayar di tempat akhirnya paket itu di serahkan kepada aku dan bersiap untuk buka paket novelnya. Perasaan aku sudah gak sabar untuk membuka paket Novel Harry Potter pesanan aku, ternyata isi novel itu membuat aku jadi terkejut.

Ternyata isi novelnya gak sesuai ekspetasi, ternyata isi bukunya itu fotokopian semua dan semuanya penuh noda fotokopian alias rusak. Udah gitu covernya burem lagi dan lembarannya itu kebalik halamannya dan sampai-sampai teks nya juga ikutan kebalik. Hal itu membuat aku sangat kecewa bahwa novel yang aku beli itu ternyata bajakan. Kalau kayak gini aku gak mau baca dah dan pingin balikin paketnya ke penjualnya cuman waktu pengembaliannya sudah habis dan gak bisa balikin lagi karena aku beli novel ini udah lama sekali. Hiyaaa!!! rugi banget dah uang aku, kembalikan 24 ribu ku!!!

Dan saat itulah aku nyesel beli buku online di penjual yang kaleng-kaleng di olshop. Tapi beberapa hari kemudian, aku beli novel lagi deh dengan judul yang sama di penjual olshop yang gak kaleng-kaleng dan terpecaya yang menjual buku-buku berkualitas serta original. Awalnya aku sedikit ragu apakah penjual buku itu benar-benar jual buku yang ori atau sama seperti penjual buku yang sebelumnya. Penjual buku itu bilang kalau yang Novel Harry Potter yang penjual jual ini original dan bahan kertas nya kayak paper book gitu. Ya sudah aku beli novel lagi dan benar saja, ternyata novel yang aku pesan itu ori beneran.

Kalau jual buku-buku gitu sekarang kebanyakan banyak yang jual buu-buku bekas atau buku bajakan di mana-mana, termasuk di pasar atau lewat online. Bagi aku, buku bajakan itu sangat rugi sekali di kalangan pembaca dan juga para penulis. penulis buku pun akan kecewa sekali kalau karya bukunya itu malah di jual oleh penjual buku kaleng-kaleng dalam bentuk buku bajakan. Ini sih sudah termasuk melanggar hak cipta sih yang isinya pernah kita temukan di lembar hamalan di bukunya.

(4) Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan dipidana dengan penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.00 (empat miliyar rupiah)

Sanksi Pelanggaran pasal 113 Undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Sayang sekali, masih banyak buku bajakan yang beredar dimana-mana seperti di toko kios atau di tempat pasar. Buku bajakan itu ibarat sebuah jebakan, disaat pembeli terpana dengan harga buku yang sangat murah serta cover yang indah di depan bukunya. Ternyata pas dibuka ternyata hanyalah prank, malah dalamnya sangat jelek dan berbau fotokopian semuanya, hal itu sukses membuat pembeli sangat kecewa dan merasa rugi akibat tak sengaja beli buku bajakan.

Well, sebaiknya kamu harus hati-hati saja dengan marak seperti ini. Sebelum memutuskan untuk membeli buku, di pastikan duku nih liat harganya. Kalau buku yang sangat murah gitu biasanya tuh rawan buku bajakan, lebih baik beli buku saja dengan harga yang agak mahal yang dijual di toko buku terkenal dan sangat terpecaya. Kalau mau cari buku di olshop, lebih baik cari aja toko-toko buku online dari penerbit resminya yang punya tanda ceklist verifikasinya.

Jangan sampai seperti kayak aku ya, jadi berhati-hatilah.

Dengan kaitkata

One thought on “Ketika buku bajakan sebuah Zonk di balik cover yang indah

  1. mba. perihal ini sempet heboh beberapa hari lalu, karena udah sampe penulis novel indonesia yang dibajak. dijual juga hanya puluhan ribu.
    kualitas kertas buruk dan sampai bisa bikin kita sakit karena bahan2 yg digunakan… (coba liat trit twitternya tsana deh) aku liat karena dia me RT penulis juga, si penulis ini yg menjelaskan rinci kandungan kimia dalam memperbanyak buku bajakan tersebut.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s