THE VAMPIRE

Jean menelusuri sebuah mansion besar yang terletak di tengah hutan. Konon, menurut warga sekitar. Mansion ini adalah mansion angker dan juga tempat bersarangnya para vampir. Sebagai seorang Pemburu, Jean adalah gadis yang polos dan sangat penasaran dengan hal-hal baru. Selain berburu vampir, jean sangat gemar menyelidiki kasus karena rasa ingin tahu nya yang tinggi. Semenjak Orang tuanya meninggal saat masih kecil, Jean lah yang bertanggung jawab dan membating tulang demi kebutuhan hidup dan juga untuk Bibi angkatnya. Jean juga menghabiskan waktunya untuk menjadi pemburu vampire demi menyelamatkan desanya dari teror serangan vampir.

Jean menatap kearah depan mansion itu. Mansion nya sangat besar dan hampir mirip seperti gedung sekolah, dinding nya sudah kusam dan berwarna hitam legam, serta banyak sekali tanaman akar yang merambat di sekitar dinding mansion sehingga menambah kesan horornya.

Perlahan-lahan, Jean membuka pintu yang besar itu dengan hati-hati. Anehnya, pintu malah terbuka lebar dengan sendirinya meskipun tanagnnya belum tersentuh gangang pintunya. Jean mulai melangkah untuk memasuki ruangan itu dan otomatis pintu itu kembali tertutup lagi dengan. Ruangan tamu itu luas sekali dan terdapat banyak lampu yang manggantung dan menerangi seisi ruang tamu yang besar. Di sekitar ruangan, terdapat sebuah lukisan kuno serta patung-patung berbentuk dewa-dewi romawi sehingga mencipatakan aura seram yang khas di dalam mansion nya.

Jean menaiki tangga besar yang terletak di sudut ruangan dan menuju ke lantai dua, suasana Lorong itu terlihat gelap meskipun penerangan lampu-lampu kecil yang berjejer di sekitar dindingnya terlihat redup. Lorong ini cukup panjang dan lurus tanpa ujung sehingga Jean harus mengeluarkan senter dari jaket itu dan menyalakan senter nya agar menerangi lorong itu dengan jelas.

Jean mulai berjalan menelusuri Lorong itu hingga ia menemukan sebuah pintu hitam besar yang terbuka sedikit di depannya. Dengan rasa penasaran, perlahan-lahan Jean membuka pintu itu dan memasuki ruangan misterius itu secara diam-diam. Di dalam ruangan itu ternyata ada sebuah perpustakaan luas yang bergaya ala eropa seperti perpustakaan terbesar di Inggris. Banyak sekali rak-rak buku yang berjejer serta terdapat sebuah sofa panjang beserta mejanya yang terletak di dekat jendela besar yang terkana sinar bulan yang memantulkan kaca perpustakaan itu sehingga ruang perpustakaannya menjadi terang.

Tiba-tiba Jean merasakan hawanya yang sangat dingin dan merasakan ada aura-aura yang negatif di sekitar sini. Jean merasa dirinya sedang di awasi oleh seseorang di sekitar ruangan. Saat ia sedang berkeliling di sekitar jejeran rak buku.n Tanpa sengaja, ia menemukan sebuah tas berawrna hjau tua yang tergeletak di bawah lantai. Jean mengambil tas itu dan mengecek isi di dalam tas tersebut. Kosong? tidak apa-apa di dalam tas itu.

Tetapi Jean menemukan lagi sebuah barang-barang yang berceceran di bawah lantai sehingga membentuk sebuah barisan acak yang seolah-olah menandakan sebuah petunjuk kearah sesuatu. Jean mengikuti barang-barang yang berserekan di bawah lantai itu, mulai dari senter, celana, hingga tisu. Awal nya cuman hanya barang-barang berserekan saja di sertai oleh tumpukan buku yang berjatuhan. Namun semakin ia menelusuri, malah justru menemukan sebuah darah yang bercecer di lantai. Jean semakin merinding dan terus mengikuti jejak darah itu.

Jean terekejut karena tidak sengaja mendapati sosok mayat seorang wanita yang tergeletak di sudut ruangan dalam kondisi baju nya yang terkoyak-koyak. Tubuhnya terbaring kaku, kulit nya menjadi putih di sertai dengan wajahnya yang sangat pucat. Yang mengerikannya lagi, terdapat sebuah bekas gigitan di leher nya yang diduga tewas akibat di bunuh oleh vampir. Yang mengejutkannya lagi, ternyata mayat itu adalah temannya sendiri.

“Jadi kau sudah tahu tentang ini?” Jean tersentak kaget dan menoleh kearah belakang dimana suara misterius itu berasa. Tiba-tiba sosok vampir itu muncul menampakan dirinya dari kegelapan. Sosok itu tinggi, kulit nya pucat serta rambutnya berwarna hitam. Matanya berwarna merah serta terlihat menggunakan kacamata seperti manusia biasanya. Tetapi dia sangat tampan sekali sehingga membuat Jean merasa terpesona. Tetapi Jean segera melamburkan pikiran tersebut dan langsung mengeluarkan sebuah pisau dari sakunya dan menodongnya kearah vampir itu. “Apa yang kau lakukan terhadap temanku!?”

“Hanya menyambut kedatangan seorang tamu.” Ujar vampir itu sambil membenarkan kacamtanya yang sudah melorot.

“Kurang ajar!?” Jean langsung melempar pisau itu ke arah vampir. Sayangnya, pisau itu tidak berhasil melempar ke sasarannya karena vampir itu berpindah tempat menggunakan kekuatan teleportasinya sehingga pisau itu tertancap di dindingnya.

Jean terkejut setelah mendapati sosok itu menghilang dari tempatnya. Jean was-was dan terus melirik di setiap sudut ruangan. Ia semakin merinding dan takut jika sosok itu akan muncul secara tiba-tiba. Dan benar saja, Jean mendapati seorang vampir yang sedang duduk tenang di sofanya yang berpindah tempat.

“Sayang, kesinilah. Ayo kita santai sejenak.” Ujar vampir itu sambil menyeringai lebar hingga menunjukkan gigi taringnya kearah Jean. Jean semakin takut dan melangkah mundur sehingga ia memutuskan untuk pergi dari mansion ini.

Jean keluar dari perpustakaan itu dan berlari melalui Lorong yang gelap. Lorong itu menjadi semakin panjang dan tidak ada ujungnya. Jean berusaha lari sekuat tenaganya dan menemukan sebuah perempatan di Lorong itu, Jean belok kearah kiri dan terus berlari untuk mencari jalan keluarnya. Dirinya berhenti sejenak untuk mengatur pernapasan karena kelelahan berlari. Tiba-tiba, vampir itu muncul secara tiba-tiba di depannya. Sosok itu berdiri di depannya sambil menyeringai.

“Sial”. Jean berlari menjauhi vampir itu lewat lorong yang panjang. Jean terus berlari untuk mencari pintu keluar agar ia bisa lolos dari kejaran vampire. Jean sekilas melihat sekelebat hitam yang di duga bayangan vampir itu terus mengikutinya saat Jean berlari. Jean yakin vampir itu akan terus mengikutinya tanpa henti, Jean melihat sebuah pintu kecil yang terletak di depannya. Jean pun berhenti untuk mengatur nafasnya, lagi-lagi sosok vampir itu muncul di depan pintunya. “Percuma saja, kau tidak bisa lolos dari sini.”

Jean semakin kesal dan terus menghindar dari sosok vampir itu. Jean terus berlari hingga ia sudah sampai di dekat tangga. Sayangnya, Jean terpeleset dari tangga atas sehingga dirinya jatuh ke lantai bawah. Kakinya terluka akibat jatuh dari tangganya sehingga mengeluarkan darah yang banyak dari kakinya.

Jean merasa kesakitan, tetapi ia berusaha merangkak untuk menuju pintu utama yang memasuki mansion ini sebelumnya. Vampir itu muncul dan mendekati gadis yang sedang merangkak dari belakang. Jean berusaha bangkit secara perlahan-lahan dan kembali berlari meskipun dengan kakinya yang terpincang-pincang. Ketika Jean sudah menyentuh ke gagang pintunya, vampir itu langsung menangkap gadis itu dan mendorongnya kearah dinding.

Jean merasa kesakitan dan menjadi lemas. Sedangkan vampir itu mulai berjalan mendekati Jean. Ia sangat kesakitan dan tidak bisa berbuat apa-apa ketika vampir itu tiba-tiba muncul di depannya dan langsung mengunci tangan Jean ke belakang agar tidak bisa lepas.

“Diamlah, kau akan sakit jika kau masih memberontak.” Vampir itu menyibak rambut Jean yang panjang sehingga memperlihatkan leher Jean yang putih dan mulus itu di hadapannya. Buluk kuduknya semakin merinding ketika suara nafas vampir itu mulai terasa di telinganya.

“Aroma mu manis sekali, aku jadi tak sabar menikmati darahmu seperti stroberi.” Ucap vampir itu sambil mengelus leher Jean dengan lembut. Tangan nya pun menekan pundak nya Jean untuk bersiap menghisap darah Jean melalui lehernya, Jean terus berusaha menggerakan tubuhnya tatapi percuma saja karena tangan vampir itu terlalu kuat sehingga mampu mengunci tangan Jean yang kecil.

Wajah vampir itu semakin mendekat kearah leher Jean dan mulut nya itu perlahan-lahan mengeluarkan taring yang tajam. Jean semakin merinding dan berusaha untuk memejamkan tangannya agar bisa menahan rasa sakit saat di gigit oleh vampir. Saat taring itu mulai menyentuh kulitnya, tiba-tiba vampir itu mulai terdiam kaku dan tidak bergerak sedikit pun.

Jean membuka matanya sedikit perlahan untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Aneh, vampir itu tidak mulai menghisap darahnya. Ia menjadi heran dengan sikap aneh si vampir itu. Vampir itu melihat sebuah tanda lahir yang mirip seperti bekas gigitan di leher Jean, wajah vampir itu berubah menjadi sedih sekaligus merasa ada penyesalan di dalam dirinya. Vampir langsung teringat dengan kejadian masa lalu yang kelam dan melepaskan Jean begitu saja.

Jean heran dengan sikap vampir itu sekaligus memegang lehernya yang dimana vampir itu menancapkan gigi taring nya. “kenapa? Kau tidak bisa membunuhku?” seru Jean.

Vampire itu hanya bisa terdiam sambil menatap dingin kearah Jean. “Ini tidak bisa di percaya.” Jean menjadi bingung dengan ucapan si vampir itu, tatapan nya seperti merasa bersalah sehingga mulai mendekati Jean lagi.

Jean melangkah mundur dengan perlahan-lahan agar bisa terhindar dari vampir yang ganas itu. “Jangan menghisap darah ku lagi, kumohon.” Perlahan-lahan, vampir itu mulai memamerkan gigi taring nya seperti bersiap untuk menghisap darah nya. Wajah nya pun kembali mendekat kearah muka Jean sambil menepuk bahu nya Jean, matanya berwarna merah gelap serta terlihat tajam menatap kearah mata Jean, vampir itu menatap nya dengan lirih. “Aku sangat menyayangimu, nak. Karena aku ini ayahmu.”

NEXT : Part 2

54 tanggapan untuk “THE VAMPIRE

  1. waduh ternyata Jean juga half Vampire dong ya …
    Bersambungkah ini? pengen tau kelanjutannya hehe
    Aku suka banget nonton dan baca soal Vampire soalnya.
    Baik itu Vampire barat yang guemesin atau Vampire Cina yang bikin pengen nahan nafas kalau tidur malam hari, saking parno.

    Suka

  2. Waduuh, aku baca cerita horor. Di malam hari pula ini, hiihihi. Jadi serem.

    Oh ya, jika boleh sedikit koreksi, ada beberapa kata yg ternyata typo di sana.

    Seperti, … meskipun tanagnnya …
    Dan td ada lagi satu, tapi aku lupa 😅

    Suka

  3. Plot twist banget akhirnya. Keren. Bikin lagi. Pas beberapa adegan ingin rasanya ngebekelin Jean bawang putih segar hahaha

    Suka

  4. Walaah aku jadi deg-degan bacanya. Jadi Jean itu manusia apa vampir sih? Apa tengah-tengah? Jd penasaran. Baca lagi deh😂😂

    Suka

  5. Ini cerita kalau di film kan seru nih Mba 😀
    Dududu si Papa Vampire sampe bilang nikmatnya darah bagai stroberi :))
    Penasaran sama reaksi Jean gimana pas tahu itu Papanya

    Suka

  6. Awalnya kubaca jeans, siwer amat pagi, makin baca cerita ke bawah kok makin serem. Ternyata jean ini adalah orang yang lagi dikejar vampire. Serem ih ini baca pagi2 jadi merinding mbak

    Suka

  7. Di beberapa cerita, hampir kebanyakan sih, pasti mendeskripsikan vampir dengan ciri kulit yang pucat, rambutnya hitam legam, dan satu lagi area matanya sendu. Dan saya penasaran, apakah di dunia nyata memang ada vampir ehe

    Suka

  8. Ahhh seru bacanya, ikutan deg-degan hihi Jean ini ternyata ayahnya vampir ya. Pasti kelanjutannya makin seru nih, jadi ga sabar mb alya nunggu kelanjutannya

    Suka

  9. Cerita horor, untung bacanya siang 😂, kl malam kwatir kebayang2, saya sih suka baca cerita dan nonton yg horor2 tapi di siang hari. Btw, keren nih ceritanya, saya pernah bikin cerita horor tapi gak pernah nulis lagi krn kebayang2 gitu sama pemeran dan cerita horornya

    Suka

  10. aku tuh paling suka cerita-cerita tentang vampir sama zombiiiii, kaya menarik aja gitu, hahahhaha. Impossible tapi seru yaa, apalagi kalau udah ada romansanya hahhaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s