Selamatkan nyawa anda dari ancaman bunuh diri

Bulan September ini tepatnya tanggal 10 yang lalu adalah hari dimana hari tersebut hari pencegahan bunuh diri. Aku jadi ingat dengan sebuah kasus bunuh diri terjadi di mana-mana, seperti kasus seorang pasien yang meninggal bunuh diri akibat terkena COVID, atau sebuah kasus bunuh diri yang lagi-lagi berada di dunia Kpop seperti seorang mantan girlgrup ILUV yang bernama Shin Mina mencoba bunuh diri dengan melompat di atas jembatan akibat di bully oleh sesama rekan member girlgrup, untungnya aksi Shin Mina itu berhasil di selamatkan oleh polisi setempat di tempat kejadian tersebut.

Dan aku masih ingat juga dengan kasus bunuh diri seorang artis korea Sulli akibat di bully oleh netizen di tahun 2019 yang lalu. Kini, kisah kehidupan almarhum Sulli di abadikan menjadi sebuah film dokumenter berjudul Why was Sulli Uncomfortable?. Film dokumenter itu menceritakan sebuah perjalanan kehidupan Sulli saat menghadapi cobaan di masa yang sulit hingga perjalanan karir nya. Film dokumenter itu sudah dirilis pada tangga 8 september di MBC Complex. Kamu bisa liat trailer film nya disini.

Source : Youtube/MBC Life

Mengenal tentang bunuh diri

Menurut wikipedia, bunuh diri adalah sebuah tindakan sengaja yang menyebabkan kematian diri sendiri. Bunuh diri sering kali dilakukan akibat putus asa, yang penyebabnya sering kali dikaitkan dengan gangguan jiwa misalnya depresi, gangguan bipolar, skizofrenia, ketergantungan alkohol / alkoholisme, atau penyalahgunaan obat.

Penyebab bunuh diri terjadi gak hanya faktor penyakit/ gangguan saja kok. Bunuh diri kebanyakan terjadi karena masalah di lingkungan sosial. Seperti kekerasan, trauma yang mendalam, bullying, hingga masalah keluarga seperti penceraian. Atau juga umunya bunuh diri terjadi karena masalah ekonomi seperti terlilit hutang misalnya.

Sampai sekarang ini, bunuh diri masih terjadi di mana-mana. Umunya bunuh diri itu terjadi karena depresi dan stress, entah karena masalah pekerjaan dan karir, perekonomian keluarga yang goyah, hingga terlilit hutang dengan biaya hutang yang sangat tinggi. Bahkan di masa pandemi saat ini saja juga bisa menjadi rawan kasus bunuh diri akibat depresi atau stress menghadapi pandemi corona yang belum kelar atau seseorang yang sedang menderita COVID-19. Pantas saja, selalu ada kasus bunuh diri ada dimana-mana di masa pandemi ini, seperti kasus pasien bunuh diri dengan melompat dari gedung atau juga, aku pernah dengar sebuah kasus seorang turis korea yang di temukan tewas bunuh diri yang diduga terpapar kena covid di hotel (kalau gak salah,)

Dilansir dari cnnindonesia, menurut WHO yang melaporkan. Setiap beberapa detik terdapat satu orang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka orang yang kehilangan nyawa akibat bunuh diri bahkan lebih parah dibanding jumlah orang yang terbunuh dalam perang. Total terdapat 800 ribu orang yang tercatat melakukan bunuh diri tiap tahunnya.

Dilansir dari cnnindonesia, Bunuh diri adalah penyebab utama kedua kematian di kalangan pemuda yang berusia antara 15 dan 29 tahun, setelah kecelakaan di jalan, dan di kalangan remaja putri yang berusia 15 sampai 19 tahun itu adalah pembunuh terbesar kedua setelah saat kelahiran. Pada remaja lelaki, bunuh diri menempati posisi ketiga di belakang luka di jalan dan kekerasan antar-manusia.

Dalam beberapa tahun belakangan, angka bunuh diri global telah turun. Antara 2010-2016 angka ini turun 9,8 persen. Namun angka ini cenderung naik di wilayah Amerika, yang naik sampai 6 persen pada 2010-2016.

Bunuh diri itu adalah sebuah ancaman bagi kita ketika sedang mengalami masalah yang sulit serta mempunya penyakit mental yang buruk dan lemah. Bunuh diri bisa terjadi di antara orang-orang maupun terdekat kita. Namun sayangnya bunuh diri selalu di sepelekan oleh orang-orang karena bunuh diri akibat karena kurang imam serta lemah. Padahal itu tidak benar. Bahkan depresi serta gangguan mental lain pun jadi ikutan perbincangan stigma yang buruk oleh orang-orang termasuk masyarakat.

Depresi itu bukan karena kurang imam, seseorang mengalami depresi pun juga masih bisa beribadah dan berusaha mendekatkan diri kepada tuhan. Dan juga berusaha untuk bangkit dengan cara mencari aktivitas yang positif serta berusaha untuk memperkuat ibadahnya agar bisa terhindar dari depresi dan melakukan self healing, begitu juga seseorang yang berpikiran bunuh diri juga berusaha menjauh dari ancaman itu dengan cara curhat kepada orang-orang terdekat atau berkonsultasi ke psikolog/psikiater untuk menangani solusi mengatasi bunuh diri, atau melakukan aktivitas yang positif seperti berolahraga, meditasi, melakukan hobi positif, dan menulis jurnal harian sebagai self healing agar kondisi mental nya kembali pulih.

Meskipun ancaman bunuh diri masih terus menghantui pikiran orang-orang termasuk kita. Kita bisa berusaha untuk menghindar dari ancaman-ancaman tersebut dengan melakukan kegiatan positif dan juga menjaga kesehatan mental kita serta mecintai diri kita sendiri.

Kamu tidak sendiri kok, masih banyak orang-orang yang terus berjuang menghadapi cobaan masalah yang sulit dan berjuang untuk menghindari dari ancaman buruk seperti depresi ,bunuh diri, dan hal-hal buruk lainnya. Yuk cintai diri kita sendiri dan jaga kesehatan mental, selalu berpikir postif dan juga saling tolong menolong antar teman/orang-orang saat menghadapi masalah. Lakukan aktivitas yang baik dan juga tetap produktif di saat pandemi ini.

Sumber :

One thought on “Selamatkan nyawa anda dari ancaman bunuh diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s