Mengenal Genre Fantasy dan pandangan stigma oleh masyarakat Dan Pembaca

Pengertian Fiksi

Menurut wikipedia, Fiksi adalah cerita atau latar yang berasal dari imajinasi—dengan kata lain, tidak secara ketat berdasarkan sejarah atau fakta. Fiksi bisa diekspresikan dalam beragam format, termasuk tulisan, pertunjukan langsung, film, acara televisi, animasi, permainan video, dan permainan peran. Walaupun istilah fiksi ini awalnya lebih sering digunakan untuk bentuk sastra naratif, termasuk novel, novella, cerita pendek, dan sandiwara. Fiksi biasanya digunakan dalam arti paling sempit untuk segala “narasi sastra”.

Hampir semua di beberapa genre karya fiksi itu, genre cerita fiksi yang paling banyak sekali diminati oleh para pembaca adalah genre Romance. Jaman anak muda sekarang ini kebanyakan lebih suka membaca cerita genre romance di banding genre yang lain karena di setiap kandungan isi cerita itu berisi tentang sebuah cinta yang dimana setiap orang pasti merasakan cinta dan kasih sayang atau dicintai oleh orang-orang, baik orang terdekat maupun orang lain. Meskipun di cerita romance itu kebanyakan isinya cinta-cintaan & pacaran anak muda, tetapi masih ada terdapat selipan cinta kasih kepada orang tua yang sebagaimana kita harus sayang dan berbakti kepada orang tua. Selain genre Romance, masih banyak kok genre-genre lain yang tak kalah menarik dan seru di banding genre romance, seperti genre Fantasy misalnya. Genre fantasy ini adalah sebuah genre yang isinya itu cerita nya yang gak kalah menarik serta di bumbui aura supernatural seperti magis, mitologi, serta kerajaan hasil imajinasi penulis yang membuat cerita ini.

Sayangnya, cerita-cerita fantasy ini banyak sekali mendapat stigma masyarakat atau sebagian para pembaca karena menganggap kalau genre fantasy itu hanyalah sebuah cerita yang aneh dan bahkan tidak masuk akal. Hal itu membuat genre fantsy ini jarang peminat yang baca serta jarang sekali beberapa novel-novel fantasy lokal di Indonesia ini.

 Apa itu fantasi ?

Menurut wikipedia, Fantasi adalah hal yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hanya ada dalam benak atau pikiran saja. Kata lain untuk fantasi adalah imajinasi. Fantasi bisa juga merupakan sebuah genre fiksi, yang menggunakan bentuk sihir dan supranatural sebagai salah satu elemen plot, tema dan seting dalam sebuah film. Genre fantasi secara umum dibedakan dengan genre sains fiksi yang lebih bertemakan ilmiah dan horor tentang hal yang mengerikan.

Jadi, fantasy adalah sebuah genre karya cerita yang dimana isinya kebanyakan hasil khayalan/ imajinasi dari seorang penulis sehingga ia menuangkan ide imajinasi dari kepalanya lewat sebuah tulisan cerita sehingga membuat cerita fantasy ini menjadi sebuah cerita yang menarik dan bikin penasaran untuk dibaca.

Bagaimana cara membuat Cerita Fantasi ?

Untuk membuat cerita fantasi ini sama seperti membuat cerita fiksi pada umumnya. Bagi para penulis pemula yang ingin membuat cerita fiksi fantasi, berikut inilah tips-tips bagaimana cara membuat cerita fantasi.

  1. Tentukan ide cerita apa yang kamu buat

Sebelum membuat cerita, hendaklah kamu berpikir dulu mau bikin cerita tentang apa dulu nih. Kalau belum ketemu ide cerita apa yang ingin kamu bikin, kamu bisa mencari ide-ide untuk bikin cerita seperti baca buku, menonton tv, melihat aktivitas orang-orang lain, dll.

  1. Bikin world bulding

World building itu adalah sebuah gambaran tentang dunia fantasi seperti kerajaan hasil imajinasi kamu. Jika kamu ingin membuat dunia fantasi sendiri seperti bikin kerajan di dalam cerita, kamu harus bikin dulu nih gambaran-gambaran dunia kerajaan, seperti sistem pemerintah, kebudayaan, sejarah, kebiasaan , dll.

3. Riset

Riset sangat penting untuk mencari informasi untuk membuat sebuah cerita agar cerita yang kamu buat itu sesuai dengan informasi fakta yang kamu cari serta menjadikan sebagai bahan ide. Kamu bisa melakukan riset ini lewat buku maupun internet.

4. Tentukan tema judul dan tokoh

Tentukan dulu nih nama judul apa yang cocok buat cerita yang kamu buat. Bikin aja judulnya sesuai kreasi kamu sendiri asal judulnya pas di cerita tersebut. Habis itu tentukan juga karakter tokoh yang ingin kamu buat, buatlah sekreasi nama tokoh yang kamu buat agar lebih keren atau sederhana.

 Kalau misalnya kamu bingung untuk bikin nama-nama karakter yang kamu ciptakan, kamu juga bisa mencari ide nama-nama orang atau kamu bisa mencari ide nama di situs web  fantasynamegenerators. Jangan lupa, tulis juga biodata lengkap karakter yang kamu ciptakan seperti fisik, sifat, dan juga hobi si tokoh. Serta tuliskan tujuan si tokoh itu serta motivasinya agar karakter tokoh yang kamu buat itu jadi kuat.

5. Buatlah premis

Premis adalah sebuah ide dasar dari dalam cerita, intinya premis itu fokusnya ke inti konflik/ plot twist dari cerita itu. Premis itu wajib buat karena premis itu karena nantinya saat mau menulis, ceritanya bakal fokus dengan masalah konflik nya sesuai di premis nya. Untuk membuat premis nya gak terlalu panjang, tetapi fokus aja ke inti plot twist aja. Contoh nya kayak gini :

Premis :

Arisa dan Gilang adalah sepasang sahabat sejak mereka masih kecil. Arisa berharap bahwa suatu saat ia ingin bertemu Gilang saat mereka sudah beranjak dewasa. Namun, Gilang mengalami kecelekaan maut yang membuat Gilang Amnesia sehingga Gilang tidak mengingat Arisa. Hal itu membuat Arisa sedih karena dia tidak mengingat lagi dan juga Gilang berpacaran dengan seorang cewek yang merupakan teman Arisa sendiri.

6. Buatlah Alur dan Outline

Agar kamu gak ngestuck saat menulis di tengah-tengahnya, alangkah baiknya kamu harus membuat alur cerita dulu yang lengkap agar kamu mengerti maksud isi cerita yang kamu buat. Terus jangan lupa buatlah sebuah kerangka tulisan atau yang disebut Outline, supaya ide cerita nya gak melenceng dan tidak keluar dari dalam kerangka cerita.

7. Mulailah menulis

Jika di atas semua poin itu sudah kamu lakukan, mulailah eksekusi langsung di buku tulis atau di PC/Laptop lewat Word. Mulailah menulis cerita sesuai dengan instruksi dari Alur cerita atau Outline, dan tulislah cerita yang kamu buat sambil menumpahkan ide dan imajinasi mu kedalam tulisan.

Untuk kamu mau lihat contoh cerita fiksi fantasi, kamu bisa mudah menemukannya di Novel maupun lewat situs/aplikasi baca seperti Wattpad, Cabaca, dll. Kamu bisa liat contohnya di blog yang satu ini Cerpen : aquarius-witch-and-the-magic-water/

Genre Fantasy di pandangan stigma oleh Masyarakat

Di Indonesia, novel-novel genre fantasi lokal jarang sekali kita temui di berbagai toko buku. Kebanyakan di beberapa novel lokal rata-rata genre nya genre Romance yang di kemas tentang kehidupan percintaan remaja di Novel lokal. Hal ini kebanyakan rata-rata para pembaca lebih suka membaca cerita/novel genre romance di banding genre yang lain, termasuk anak muda seperti para perempuan. Menurutnya, genre romance ceritanya lebih seru dan banyak sekali mengandung isi tentang percintaan remaja yang ngehits dan biasanya paling banyak di setting anak sekolahan. Cerita anak sekolahan itu paling banyak sekali berbagai kisah-kisah cerita persahabatan, pendidikan, dan juga percintaan. Percintaan adalah hal yang paling utama di setiap novel-novel/ cerpen tentang anak sekolah sehingga Genre Romance paling populer disetiap genre lain dan gak pernah sepi peminat oleh para pembaca. Lalu bagaimana dengan genre yang lain?

Meskipun gak hanya genre romance saja, tetapi masih banyak kok genre-genre lain yang juga disukai oleh para pembaca meskipun rata-rata novel lokal genre yang lain jarang sekali terlihat gak seperti novel genre romance pada umumnya. Namun banyak juga berbagai novel-novel lokal genre lain seperti Comedy, thriler, biografi, dll. Atau juga genre-genre novel lokal itu juga banyak kok genre-genre tema novel religi selain romance.

Sedangkan genre fantasi sendiri jarang sekali terlihat di novel-novel lokal di Indonesia, Why?Karena genre fantasi sendiri itu kebanyakan cerita-ceritanya adalah sebuah hasil khayalan/ imajinasi penulis yang isinya itu kebanyakan gak masuk akal seperti sihir, mitologi, dsb. Tak jarang genre ini selalu dipandang stigma oleh masyarakat atau para pembaca karena mereka menganggap kalau genre fantasi itu isinya gak masuk akal dan juga aneh sehingga gak ada gunanya membaca genre ini karena mereka menganggap kalau pembaca membaca cerita fantasi itu membuat pembaca menjadi aneh serta suka berkhayalan tentang hal-hal gak masuk akal akibat membaca cerita genre ini.

Padahal tanggapan itu tidak benar, membaca cerita genre fantasi itu malah justru mendapat ide dan juga bisa mendapat ilmu seperti sejarah yang terselip dalam cerita itu. Membaca cerita fantasi juga bisa memperkaya kosa-kata serta diksi yang sama seperti membaca fiksi pada umumnya, bahkan cerita novel bergenre fantasi itulah menjadi populer karena ceritanya sangat seru dan juga punya terselip nilai moral di dalam cerita itu. Seperti misalnya cerita dongeng anak-anak.

Bahkan, novel genre fantasi sendiri paling banyak terkenal di luar negri seperti novel terjemahan yang dimana kebanyakan genre-genre novel terjemahan itu genre fantasi. Seperti Lord Of The Rings, The Hobbit, Harry Potter, Narnia, dll. Sedangkan novel lokal di Indonesia jarang sekali kamu temui novel genre ini. Bahkan, beberapa penerbit buku pun untuk syarat menerbitkan naskah buku saja harus sesuai dengan 1 genre yang sudah di tentukan oleh penerbit dari sananya. Sedangkan genre yang lain tentu saja di tolak oleh penerbit (tetapi ada juga kok beberapa penerbit punya syarat bebas menerbitkan buku all genre).

Mungkin saja, masyarakat/ para pembaca masih belum paham dengan novel-novel fantasi yang terkesan rumit dan tidak masuk akal sehingga rata-rata para pembaca/ masyarakat tidak terlalu suka dengan genre fantasi dan lebih menyukai genre yang lain di banding genre fantasi.

Kesimpulan

Jadi, fantasy adalah sebuah genre karya cerita yang dimana isinya itu kebanyakan hasil khayalan imajinasi dari seorang penulis sehingga ia menuangkan ide khayalan dari kepalanya lewat sebuah tulisan cerita sehingga membuat cerita fantasy ini menjadi sebuah cerita yang menarik dan sangat seru untuk dibaca. Meskipun gak hanya genre romance saja, tetapi masih banyak kok genre-genre lain yang juga disukai oleh para pembaca meskipun rata-rata novel lokal genre yang lain jarang sekali terlihat gak seperti novel genre romance pada umumnya. Mungkin saja, masyarakat para pembaca masih belum paham dengan novel-novel fantasi yang terkesan rumit dan tidak masuk akal sehingga rata-rata para pembaca masyarakat tidak terlalu suka dengan genre fantasi dan lebih menyukai genre yang lain seperti genre romance.

Source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi

https://id.wikipedia.org/wiki/Fantasi

• Opini pemikiran dan tanggapan aku sendiri.

*Artikel ini di buat sebagai tugas dari Grup Komunitas ISB

19 tanggapan untuk “Mengenal Genre Fantasy dan pandangan stigma oleh masyarakat Dan Pembaca

  1. Genre fantasi memang memiliki segmentasi pasarnya sendiri. Bahkan seingat saya, dulu di masa saya kuliah pun, sama ada komunitasnya di Facebook. Tapi saya sudah lama nggak mengikuti lagi perkembangan genre fantasi murni. Saya masih menikmati berbagai karya fiksi dari genre ini yang dikolaborasikan dengan genre lainnya.

    Salah satu karya favorit saya di genre fantasi lokal, berjudul “Arterio” karya dari Sangaji Munkian.

    Suka

  2. Akuuuuu! Pecinta genre Fantasy! Memang butuh daya khayal tingkat tinggi terkadang untuk baca sebuah buku fantasi kalo enggak malah bingung apalagi yang tidak terbiasa baca. Aku saja terkadang sulit membayangkan apa yang ditulis oleh si penulis.

    Tapi, ga bisa dipungkiri cerita-cerita fantasi tuh bagus-bagus banget. Sayang banyak banget buku fantasi terkenal enggak masuk Indonesia alias gak diterjemahin 😦 soalnya masih kagok nih kalo baca yang inggris hehehe

    Suka

  3. Eh, iya ya, aku baru engeh kalau di toko buku lokal, jarang banget ditemui buku genre fantasy karya anak bangsa. Biasanya, buku fantasy yang tersedia itu kebanyakan hasil terjemahan dari luar negeri dan posisinya juga di rak bagian dalam, sedangkan di luar-luar kebanyakan genre romance atau yang berbau-bau kehidupan.
    Padahal genre fantasy oke juga lho, buktinya banyak yang diangkat jadi film (kalau di luar negeri sih).

    Suka

  4. Awalnya aku pun kurang tertarik sama fiksi. Mungkin karena imajinasi nya yang memang kadang tidak masuk di pikiran aku. Hahaha
    Tapi sekarang sih sudah mulai ada perubahan. Ada daya tarik dengan fiksi walau hanya sedikit.

    Suka

  5. Saya suka banget cerita bergenre fantasy, karena imajinasinya luar biasa. Namun ingin menuliskan cerita fantasi itu memang tricky sih jadi sampat saat ini masih luntang-lantung gak jelas gitu deh nulisnya.

    dengan baca artikel ini jadi sedikit tercerahkan untuk menulis beberapa tambahan yang sebelumnya gak kepikiran. Terima kasih ya mbak.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s