Cara mudah menulis cerita fiksi

Menulis cerita fiksi adalah sebuah tantangan dimana kita harus menciptakan sebuah ide dan imajinasi dalam sebuah cerita fiksi. Cerita fiksi itu menurut aku gampang-gampang susah, cerita fiksi sendiri itu satu-satunya paling agak rumit dibanding menulis blog dan diary pada umumnya. Cerita fiksi itu kita harus butuh-butuh imajinasi yang matang dan bebas menulis cerita apa saja sesuai genrenya masing-masing. Menulis cerita fiksi tuh beda dengan menulis diary, menulis cerita fiksi emang harus punya aturan tata bahasa atau PUEBI agar cerita nya itu semakin jelas dan belum lagi alur cerita disertai karakter tokohnya yang benar-benar kuat. Sedangkan untuk menulis diary atau di blog misalnya, menulis blog atau diary bebas mau nulis apa saja tanpa ngurusin masalah tata kalimat atau sejenis PUEBI dan letak titik koma tersebut.

Untuk kamu yang ingin bikin cerita fiksi tapi bingung mau bikin cerita apa, cara menulis cerita fiksi itu sebenarnya gampang juga sih seperti cara menulis pada umumnya, cuman yang menurut aku yang sulit itu sih nyari ide yang matang atau kalimat dialog gitu sih. Asal kamu harus benar fokus dan konsisten dalam menulis cerita fiksi, baik bikin cerpen maupun novel. Yaaahh… memang rada-rada susah menurut sebagian orang. Bagaimana sih cara bikin cerita fiksi? menurut aku ini terlihat simpel membuatnya, berikut ini tips-tips membuat cerita fiksi ala aku sekaligus berdasarkan pengalaman aku saat bikin cerita fiksi.

1. tentukan ide cerita & Genre

Sebelum ingin terjun menjadi penulis novel/ cerpen. Tentuin dulu idenya mau cerita tentang apa, terus genre nya tentang apa. Ini tergantung kamunya ingin mau bikin cerita tentang apa sesuai imajinasi kamu masing-masing. Kalau kamu punya ide/imajinasi yang sudah terkumpul di pikiranmu, tulislah segera mungkin di notes rencana ide-ide cerita yang ingin kamu kembangkan.

2. baca karya fiksi orang lain

Kamu udah tentuin ide ceritanya, tetapi pas mau eksekusi/ disaat sedang menulis kamu ngestuck atau bingung mulai bikin cerita dari mana dulu. Kamu juga bisa membaca karya-karya fiksi penulis lain dengan saksama. Siapa tahu kamu punya ide untuk bikin cerita fiksi yang kamu kembangkan, membaca karya penulis lain juga mudah mendapat ide serta menemukan kosa-kata dan diksi di setiap buku-buku novel/ cerita.

3. tulis alur cerita & premis

Kalau kamu sudah punya ide-ide yang sudah terkumpul banyak dan sudah menemukan id cerita, tulislah rangkaian alur-alur cerita dulu. Tulis alur cerita dulu dari A-Z serta tulis rangkaian konfliknya dan plot twist nya, kalau aku sih bikin alur cerita dulu sih biar pas nulis ceritanya biar fokus sesuai dengan alur cerita yang sudah aku buat. Kalau mau ingin tulis ke inti ceritanya, kamu bisa bikin premis dulu. Premis itu kayak fokus ke inti/ plot twist di ceritanya itu, jadi kita tuh harus tulis premisnya dulu. Premis itu pendek gak terlalu panjang kayak alur cerita dan sinopsis gitu, contohnya kayak gini:

Premis :

Mita adalah gadis SMA yang sangat menyukai cowok basket bernama Dion di sekolah. Mereka pun mulai jatuh cinta dan suatu saat ingin menikah. Seiring menjalin percintaannya antara mereka, ternyata Dion itu adalah kakak kembarnya Mita yang terpisah akibat perceraian orang tuanya.

Kurang lebih nya sih kayak begitu premisnya.

4. buat judul cerita

Tentuin nih nama judul cerita yang kamu buat, baik saat memulai bikin cerita maupun sesudah nyelesain bikin cerita kamu. Tulislah nama judul cerita itu yang menurut kamu itu pas atau cocok untuk cerita itu.

5. buat outline/ kerangka cerita

Menurut aku, outline itu penting saat ingin berencana untuk menulis cerita tersebut. Tujuan kita bikin kerangka cerita itu agar cerita kita itu gak OOT atau agar cerita itu gak keluar garis dari dalam outline ceritanya. Outline itu ibarat seperti kita mau bikin denah atau gambar kerangka struktur bangunan ketika ingin membangun rumah, outline itu wajib kata aku agar kita gak ngestuck di tengah jalan, kayak begini nih contohnya.

Tulisan aku emang gak oke :))

6. buatlah karakter tokoh yang kuat

Sebelum memulai buat cerita, kamu harus tentuin karakter di cerita tersebut. Buatlah karakter tokoh sesuai kebutuhanmu dan tulis karakteristik serta sifat disetiap karakter tokoh cerita tersebut. Tulis juga tujuan karakter serta latar belakang nya tersebut agar karakter yang kamu buat itu seolah-olah kuat dan terasa seperti nyata.

7. tentukan latar dan setting

Sesudah tentuin dari ide cerita sampai karakter tokohnya, latar dan setting juga harus di tentuin di setiap cerita tersbut. Untuk settingnya kamu pilih mau setting di masa lalu atau di masa depan. Dan jangan lupa tentuin juga latar dan tempatnya di dalam cerita tersebut.

8. sudut pandang

Sudut pandang sangat penting di setiap cerita fiksi, kamu harus tentuin nih sudut pandang yang kamu pakai saat ingin menulis cerita itu. Kamu bisa pilih mau sudut pandang yang keberapa yang ingin kamu pakai, mau sudut pandang orang pertama pake kata “Aku” juga boleh, atau pake sudut pandang orang kedua dan orang ketiga juga boleh, bahkan sudut pandang juga bisa bercampuran. Tapi kalau aku sih lebih enak pakai nama orang sih di saat aku bikin cerita.

9. mulai menulis

Jika sudah tentuin serta bikin kerangka ceritanya, waktunya kita akan mengeksekusi alias mulai nulis ceritanya. Tulis cerita yang kamu buat dan jangan lupa konsisten dalam menulis juga ya.

Itulah dari tips-tips ala aku cara bikin cerita fiksi. Kurang lebih seperti ini berdasarkan pengalaman aku juga saat aku bikin cerita fiksi, semoga bermanfaat 🙂

2 tanggapan untuk “Cara mudah menulis cerita fiksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s