Gadis Encanther (Part 3)

Matahari mulai menenggelamkan diri di ufuk barat. Sebuah desa Gnome yang sangat kecil terletak dekat lembah pegunungan. Rumah nya sama seperti rumah-rumah khas eropa, dan hanya saja ukurannya agak kecil. Suasana nya tampak sepi dan tidak ada aktivitas Gnomes di luar rumah. Mereka hanya mempersiapkan berbagai kebutuhan di rumah untuk menyambut musim dingin.

Peter kini terbaring di sebuah ranjang yang empuk berbahan jerami. Perlahan-lahan Peter membuka matanya dan ia melihat seluruh ruangan yang sangat asing.

Apa aku sudah pulang?  guman Peter.

Peter merasa asing dengan tempat ini. Ruangan nya kecil sekali, dan di langit-langirt yang berwarna coklat kusam. Di sana ada sebuah lemari kecil beserta perapian di depan Peter.

“Kau sudah sadar?”

Peter menoleh dan mendapati Mikaela yang sedang berdiri di sampingnya. Tetapi ia tidak sendiri, melainkan bersama Ted.

“Aku di mana?”. Kata Peter

“Kau sudah di Rumah Gnome sekarang,” Tutur Mikaela “Oh iya ini sih Ted, dia yang membantu mu dari serangan serigala.”

Peter masih bingung kenapa dirinya berada di sini. Dan ia melihat Ted itu dengan tatapan polosnya. Badannya kecil, berambut putih, jenggotnya panjang, dan memakai baju rompi berwarna hijau, tak lupa ia memakai sebuah topi panjang merah khasnya.

Ted mulai memperkenalkan dirinya dan hal ini membuat Peter semakin bingung dan juga menayapanya.

Uh!

Peter merasa kesakitan karena terdapat luka yang di tutupi oleh perban di tangannya akibat di cakar serigala.

“Tanganmu terluka parah, kau harus beristirahat yang cukup.” Tutur Mikaela

“Siapa pria itu?” Tanya Ted

“Dia adalah pria dari dunia modern. Aku sendiri yang menemukan pria itu saat aku tak sengaja masuk ke tempat yang aneh.” Ujar Mikaela

“Kau sendiri yang memaksaku ke dunia ini.” Ujar Peter yang tidak mau kalah.”Harusnya, aku tidak usah main game ini lagi. Aku jadi gila karena game ini.” Seru Peter.

“Siapa suruh kau main game itu.” Cibir Mikaela.

“Sudahlah.” Ted beranjak dari berdirinya dan mengambil sebuah nampan berisi kue cookies beserta air putih kepada Peter. “Ini, makanlah.” Ted meletakkan nampan itu di depan Peter. Peter berterimakasih dan langsung memakan cookies itu dengan lahapnya.

Ted mulai bertanya kepada mereka,”Sebenarnya kalian pergi kemana?”

“Kami sedang pergi ke istana itu untuk menyelamatkan ibuku dari Naga hitam yang besar itu.” Mikaela mulai bercerita,”Awalnya aku sedang di kejar oleh naga itu saat aku berusaha melawannya. Tapi naga itu kuat sekali sehingga naga itu mengejarku sampai aku masuk ke gua dan tiba-tiba saja aku berada di dunia yang sangat asing dan aku berusaha mencari tempat persembunyianku.” Jelas Mikaela

“Dan di situ aku bertemu dengan Peter.” Peter hanya bias mendengarkan cerita Mikaela itu sambil asyik memakan cookies nya. Peter pun memulai bicara.”Aku menemukan Mikaela itu di lemari ku”.

Ted menghela nafas. “Desa kami juga selalu di serang oleh naga itu.” Mereka terkejut dengan perkataan Ted itu. Ted pun melanjutkan pembicaraannya. “Dulu desa kami tentram dan sangat damai. Tapi semenjak naga itu muncul di kehidupan desa kami. Kami merasa ketakutan dan naga itu mengacaukan seluruh desa dan menghanguskan sebagian desa ini.” Lanjut Ted.”Tetapi ada seorang kesatria yang muncul menyelamatkan kami. Dengan beraninya, kesatria itu bertarung dengan naga itu dan berhasil mengusir naga itu dari desanya. Dan saat itu, kesatria itu sangat di hormati oleh penduduk kami dan menganggapnya sebagai pahlawan.”

“Lalu, dimana kesatria itu sekarang ?” Kata Peter.

Ted berkata sambil menatap sedih.”Kesatria itu sudah menghilang sejak menyelamatkan desa ini. Padahal kami belum tau siapa di balik wajah kesatria itu. Seolah-olah kesatria itu lenyap di Dunia Dreadland,” Lanjut Ted. ”Tapi, seorang penduduk kami menemukan sebuah pedang beserta perisai nya di dekat gua.”

Peter terkejut dan baru menyadari bahwa dirinya bukan pertama kali yang masuk ke Dunia Dreadland ini, tapi ada seseorang yang sama seperti Peter bermain game ini dan sama-sama masuk ke dunia Dreadland sebelum Peter. Tetapi Peter berpikir dan penasaran siapa orang itu yang pertama kali memasuki dunia game ini.

Jangan-jangan, kesatria itu orang pertama kali masuk dunia game ini, Guman Peter.

Ted beranjak dari berdiri dan pergi keluar kamar. “Ikut aku, ada sesuatu yang harus kusampaikan.” Peter beranjak dari tempat tidurnya dan mengikuti Mikaela dan Ted itu keluar dari kamar.

NOTE : Maafkan aku ya jika cerita ku ini agak aneh, Namanya juga baru belajar, hehehe. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s