Gadis Enchanter (Part 2)

Akhirnya mereka mulai berpetualangan menuju ke istana, tempat dimana Naga dan ibunya itu berada. Di Hutan, Mereka terus berjalan melewati sepanjang hutan yang lebat dan banyak sekali jalanan yang licin di situ. Matahari kini mulai meninggi di atas kepalanya. Peter sudah mulai kelelahan dan tidak kuat lagi untuk berjalan sehingga ia mulai kepanansan, padahal peter sedang berada di Hutan yang lebat dan sedikit sekali sinar matahari yang masuk ke dalam hutan.

“Berapa lama lagi kita sampai. Sumpah, Aku gak kuat jalan lagi.” Kata Peter sambil mengeluh.

“Masih lama, bentar lagi bakal sampai”. Mikaela terus melakukan perjalanan itu hingga sampai di bawah Pohon besar. Peter langsung kelelahan dan memutuskan untuk berteduh di bawah pohon.

“Sudah lah, aku mau beristirahat. Capek tau jalannya.” Ujar Peter.

Dasar cowok lemah, guman Mikaela.

Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar setelah melakukan perjalanan jauh. Peter memutuskan untuk berbaring di bawah pohon sambil melihat matahari yang sebagiannya terhalangi oleh pohon-pohon hutan.

Sreekk!!

“Eh.” Tiba-tiba Mikaela kaget dan mendengar sesuatu dari semak-semak berlukar. Begitu Peter yang baru memasuki alam mimpi jadi terbangun karena ikut terdengar suara misterius dari semak itu.

“Astaga! sekarang apa lagi, sih. Aku ini mau tidur.” Keluh Peter

“Peter, bangunlah! Kau dengar itu?” Mikaela membangunkan Peter yang sedang asik tidur. Dengan malasnya, Peter beranjak dari tidurnya dan melihat sekeliling hutan itu dengan was-was.

Peter bertanya.”Sebenarnya itu sosok apa?” Tanya Peter.

Muncul lah sekelompok kawanan serigala besar yang keluar dari semak-semak berlukar. Jumlah nya cukup banyak, bahkan sangat besar di banding serigala biasa. Bulunya lebat, ada yang berwarna abu-abu dan coklat, kukunya tajam, serta matanya berwarna merah.

“Itu serigala yang aku ceritain itu.” Bisik Mikaela

Serigala itu mengeram dan bersiap untuk memangsa mereka. Mikaela bersiap mengeluarkan sihirnya untuk bersiap bertarung dengan kawanan serigala. Serigala itu langsung menyerang kea rah mereka dengan ganas. Mikaela terus menembak kawanan serigala itu dengan sihirnya. Ia susah payah menghadapi serigala itu dengan tubuhnya yang sangat besar dan juga kebal terhadap serangan apapun.

Sedangkan Peter berjalan mundur karena terhalang oleh kawanan serigala. Ia mencari benda untuk sebagai senjatanya. Akhirnya Peter mengambil sebuah batang pohon dan langsung memukuli serigala. Itu.

“Kau mau nantang dengan ku!? Maju sini !?” Serigala itu menyerang keaarah Peter itu, Peter terus mengusir serigala itu sekaligus memukulinya serigala itu hingga mati. Sayangnya, Serigala itu dengan kuat menghantam Peter itu dengan mencakarnya sehingga Peter terhempas hingga tak sadarkan diri.

“Peter!!!”

Mikaela terkejut melihat Peter tak sadarkan diri akibat di serang serigala. Mikaela mulai kewalahan dan terus menyerang serigala itu dengan sihirnya. Serigala itu malah menjadi kuat dan kebal terhadap sihir. Mikaela berjalan mundur sambil mengeluarkan cahaya sihir dari sihirnya sebagai senjatanya. Kawanan serigala itu semakin banyak dan terus mendekati Mikaela sehingga Mikaela terpaku dan tidak bisa apa-apa.

Tiba-tiba sebuah anak panah muncul secara misterius dan melesat hampir ke kepala serigala.

Serigala itu terkejut dan menoleh ke belakang. Muncul lah sekelompok makhluk Gnomes yang dating untuk mengusir serigala itu. Mereka datang dan menembak anak panah itu ke arah kawanan serigala itu. Serigala itu merasa ketakutan dan akhirnya mereka pergi dan meninggalkan tempat itu. Mikaela pun merasa lega karena sudah di selamatkan oleh kelompok Gnomes.

“Kau tidak apa-apa?” Kata salah satu pemimpin Gnomes.

“Tidak apa-apa, terimakasih Ed, sudah menolongku.” Ucap Mikaela kepada salah satu Gnome bernama Ted.

“Tidak masalah, yang penting kau sudah selamat.” Ted adalah seekor makhluk Gnome yang sudah berteman dengan Mikaela sejak dulu. Sehingga Mikaela sudah mengenal dengan warga Gnomes dan juga keluarganya.

“Tolong, teman ku pingsan karena di terkam serigala.” Mikaela menunjuk ke arah Peter yang sudah tak sadarkan diri. Mereka segera mengahmpiri Peter untuk menolongnya. Ted memeriksa bagian tubuhnya dan memastikan bahwa kondisi Peter baik-baik saja.

“Lukanya cukup parah, tapi dia baik-baik saja. Ayo kita bawa anak ini.” Ucap Ted.

Mereka pun membawa Peter itu ke sebuah desa tempat Gnome itu tinggal.

2 tanggapan untuk “Gadis Enchanter (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s