Gadis Enchanter (Part 1)

Peter sibuk mencari game-game yang terpampang di Play Store nya. Ia bingung karena banyak sekali pilihan game yang terpampang di Play Store nya.

“Cih, gak ada yang seru lah.” Peter mulai bosan sambil nge-scroll terus di Hp nya karena game di Play Store itu hanya game biasa dan tidak ada game yang seru atau terbaru. Tiba-tiba ia menemukan sebuah aplikasi game dengan tulisan aneh yang terpampang di Play store nya.

“Wah, game apa ini?” Peter melihat detail game itu dan membacanya. Di situ tertulis bahwa game itu menceritakan tentang petualangan di dunia fantasi. Dengan penasaran, Peter men-download game itu dan menunggu setidaknya kurang dari 5 menit. Akhirnya game itu sudah ter-install dan Peter langsung memainkannya.

Di dalam game itu, ia memainkan karakter seorang gadis yang memulai berpetualangan di dunia fantasi. Awalnya saat memainkannya, Hp nya mulai ngehang dan sering macet. Bagi Peter, ia sudah terbiasa dengan Hp nya karena sudah banyak sekali aplikasi-aplikasi game di Hp nya. Sehingga ia tetap melanjutkan bermain game tanpa ada terjadi kecurigaan.

“Peter, waktunya makan siang !!!”

Tiba-tiba ibunya memanggil Peter dari luar kamar untuk segera makan siang. Peter menghentikan bermain game nya dan bergegas untuk keluar kamar untuk segera makan.

Usai makan, Peter kembali ke kamarnya untuk melanjutkan bermain game nya. Saat ia memasuki kamar. Ia terkejut dengan susana kamar nya menjadi berantakan beserta barang-barang nya jatuh berserekan.

“Siapa yang berani-berani nya masuk ke kamarku!?” Kata Peter dengan kesal.

Awalnya Peter mengira bahwa kucingnya pasti mengendap-ngendap memasuki kamar itu dan mulai mengacaukan kamar nya. Tapi Peter tidak yakin mana mungkin kucing bisa masuk ke kamarnya walaupun jendelanya tertutup rapat.

Dengan malasnya, Peter mulai mebereskan kamarnya dan merapikan buku-bukunya yang beratakan di mejanya. Selesai membereskan kamar, Peter kembali melanjukan bermain game.

Saat ia mengambil Hp di meja. Ia terkejut, layer hp nya tiba-tiba menjadi layer semut seolah-olah hp nya sedang rusak. Peter kaget dan mengira Hp nya sedang nge-blank dan sehingga memutuskan untuk me-restart Hp itu.

Kreek!!

Tiba-tiba Peter mendengar sesuatu yang berasal dari dalam lemari. Saat ia menoleh, tidak ada apa-apa dengan lemari itu. Awalnya ia berpikir kalau itu hanya suara pintu lemari yang tertiup angin.

Paling itu hanya angin, guman Peter.

Peter terus me-restrat Hp itu dengan cara membuka Hp belakang dan mencabut baterai nya kemudian memasang baterai Hp itu kembali, dan ia menutup belakang Hp itu dan menyalakan Hp nya.

Kreek!!!

Lagi-lagi ia mendengar kembali suara dari lemari itu. Anehnya, pintu lemari itu terlihat tertutup sendiri dan seolah-olah ada seseorang yang masuk ke dalam lemari itu. Hingga sebuah bola bisbol yang menggelinding itu tepat di bawah kaki Peter yang berasal dari dalam lemari itu.
Peter mulai merinding seolah-olah ia merasa sedang diawasi oleh seseorang dari belakang. Dengan beraninya, Peter mengambil sebuah tongkat bisbol sebagai pelindungnya dan menuju ke lemari itu dengan was-was.

“Keluarlah! Aku tahu kau pasti ada di dalam lemari itu, kan?” Namun tidak ada jawaban dari dalam lemari itu. Sosok itu masih bersembunyi di lemari dan enggan untuk keluar.

Dengan beraninya, Peter perlahan-lahan membuka pintu lemari itu dengan tanan kanannya, sedangkan tangan kirinya tetap memegang sebuah tongkatb bisbol. Tangan nya mulai gementar dan seolah-olah mereka mulai ketakutan.

Saat ia membuka lemarinya, Ia terkejut mendapati seorang gadis yang sedang meringkuk ketakutan di lemari itu. Penampilan gadis itu tidak kelihatan jelas karena tertutupi oleh gelapnya di dalam lemari.

“Siapa kau? Tanya Peter.

“Jangan melihatku, aku sedang bersembunyi.” Gadis itu mulai ketakutan

“Kau ini siapa, kenapa kau bisa ada di sini?” Peter heran melihat gadis itu dengan tatapan bingung sekaligus takut.

“Ayolah! keluarlah. Tidak ada apa-apa di sini, kau sudah aman sekarang.” Peter membujuk gadis itu untuk keluar dari lemari nya. Akhirnya gadis itu keluar dari dalam lemari itu dan menujukkan sosok dirinya. Gadis itu sangat cantik, rambutnya panjang berwarna merah, kulitnya putih, matanya bulat berwarna coklat, serta memakai dress berwarna coklat. Peter menjatuhkan tongkat bisbol itu dan terpana karena kecantikan gadis itu.

“Ini di mana?” Gadis itu melihat seluruh kama itu dengan menatap aneh, ia merasa tempat ini sangat asing baginya.

“Harusnya aku yang bertanya, Siapa kau sebenarnya dan kenapa kau bisa datang ke sini,” Lajut peter. “Oh iya, namaku Peter.” Peter memulai perkenalan diri sambil mengulurkan tangan itu gadis itu.

“Aku… Mikaela.” Mikaela pun membalas mengulurkan tangannya itu dan akhirnya mereka bersalaman.

“Kau ini berasal dari mana?” Kata Peter.

Mikaela menunjuk ke arah Hp peter itu dan membuat Peter bingung.

“Kau berasal dari Hp?” Peter mulai kebingunan dengan tingkah Mikaela itu. Mikaela pun menjawab. “Lebih tepatnya dari game itu.”

Peter mulai tersadar bahwa selama ini Mikaela ternyata adalah sebuah karakter yang ia mainkan di game itu.

“Sebenarnya kau berasal di game mana ?” Tanya Peter.

“Dreadland, lebih tepatnya Dunia Dreadland”. Akhirnya Peter baru tahu kalau selama ini game yang ia mainkan itu adalah Game Dreadland . Pantas saja, Peter merasa bingung dengan tulisan aneh di game itu.

“Terus, kenapa kau bisa ada di sini?” Tanya Peter dengan penasaran.

“I..Itu… Sebenarnya aku sedang di kejar oleh seekor naga besar di hutan, tapi tidak sengaja aku menemukan sebuah gua kecil dan aku bersembunyi di dalam gua itu,”Lanjut Mikaela.”Dan tiba-tiba, gua itu membawaku ku kesini ke dunia asing ini.” Kata Mikaela.

“Apa tujuanmu ke sini?” Tanya Peter.

“Aku kesini untuk membantu ku untuk menyelamatkan ibuku yang terjebak di istana besar yang di jaga oleh naga hitam itu. Karena kau memainkan game itu, aku meminta bantuanku untuk mennyelamatkan ibuku.” Jawab Mikaela.

Peter malah tidak percaya dengan itu dan terkekeh karena menganggap cerita Mikaela itu hanyalah karangan nya dan cuman hanya sebatas dongeng. “Cih, kau ini aneh sekali, Mana ada naga di dunia nyata. Dan juga dunia fantasi itu hanyalah dongeng belaka.” Mikaela mendengar itu, sangat sedih karena ucapan dari Peter itu. “Aku serius peter, kau harus percaya kepada ku.” Kata Mikaela.

“Sudahlah, kau harus keluar dari kamar ku sekarang.” Peter menarik Mikaela itu dan menyeret ke luar kamar.

“Tidak peter, ini beneran nyata. Kau harus percaya padaku.” Kata Mikaela dengan memohon.

“Aku sudah beberapa kali aku merasa di bohongi oleh cerita fiksi yang sampah. Sekarang aku merasa di bohongi oleh orang aneh ini.” Peter terus menyeret Mikaela itu untuk keluar dari kamarnya. Saat peter membuka pintu kamarnya, Ia terkejut bahwa dirinya sudah berada di Hutan.

“Sudah kubilang kan, Dunia Dreadland itu bener-bener ada.” Kata Mikaela.

Peter mulai kesal karena dirinya malah berada di hutan itu bersama gadis aneh itu. Hutan adalah sebuah tempat yang sangat di benci Peter karena tempatnya seram dan ia sangat takut sekali dengan hal-hal mistis yang terjadi di sekitar sini.

“Hei ! Kenapa kau membawaku ke sini? Di mana Rumah ku!?”Peter marah sambil menatap Mikaela itu.

“Aku mau Pula—“ Tiba-tiba Mikaela mempengaruhi pikiran peter itu dengan sihirnya. Ia merubah pikiran peter itu agar peter bisa percaya dengan dunia fantasi ini.

Peter terpaku dan merasa terhipnotis oleh sihirnya Mikaela sehingga pikirannya di pengaruhi oleh sihirnya Mikaela. “Kau bisa pulang jika kau sudah menyelesaikan permainan ini.” Ucap Mikaela.

Mikaela berhenti menyihir pikiran Peter itu dan akhirnya Peter mulai sadar dari pikirannya yang di sihir oleh gadis itu.

“Ka…Kau ini Penyihir?” Kata Peter dengan ketakutan.

“Lebih tepatnya seorang Echanter.” Peter bingung dengan perkataan oleh si Mikaela. Peter tidak tahu dengan istilah-istilah fantasi atau dunia sihir dengan nama yang aneh, apalagi Echanter.

“Apa itu Enchanter?” Kata Peter.

“Enchanter, Makhluk penyihir yang mampu bisa memanipulasi pikiran seseorang.” Jelas Mikaela

“Oh jadi kau memanipulasi pikiranku ya?” Peter semakin kesal karena dirinya di sihir oleh Mikaela sehingga pikiran Peter seolah-olah di mainkan oleh sihir Mikaela.

“Mulai sekarang kau harus percaya dengan dunia Game, termasuk dunia Dreadland. Kau harus membantuku untuk menyelamatkan ibuku dari naga itu. Jika kau gagal misinya, kau tidak bisa kembali lagi ke tempat asal mu.” Ancam Mikaela.

Peter menghela nafas dan akhirnya mengalah dengan gadis itu. “Oke, aku akan membantumu. Dan aku juga janji tidak akan bermain game ini lagi dan harap aku tidak akan bertemu denganku sekaligus kembali ke kamar ku lagi, Janji?” Peter mengangkat jari kelingking itu sebagai ikat perjanjan.

“Janji.” Mikaela membalas mengangkat jari kelinking itu dan mengikatnya sebagai tanda janji nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s